ZIARAH KUBUR

Cara berziarah kubur sesuai tuntunan Rasulullah SAW.  Dalam sabda beliau yang berkata :

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا لِتُذَكِّرَكُمْ زِيَارَتُهَا خَيْرًا  ( رواه أحمد )

            “ Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, (kini) berziarahlah agar ziarah kubur itu mengingatkanmu untuk berbuat kebaikan” (HR. Ahmad).

Di antara yang perlu diperhatikan dalam ziarah kubur adalah :

         Ketika masuk, sunnah menyampaikan salam kepada mereka yang telah meninggal dunia. Rasulullah mengajarkan kepada para sahabat agar ketika masuk area kuburan membaca:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِيْنَ وَ المُسْلِمِيْنَ, وَ إِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ, أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمْ العَافِيَةَ (مِنَ العَذَابِ).(رواه مسلم).

 Semoga keselamatan dicurahkan atasmu wahai para penghuni kubur dari orang-orang yang beriman dan Muslim. Dan kami, jika Allah menghendaki, akan menyusulmu. Aku memohon kepada Allah agar memberikan keselamatan kepada kami dan kamu sekalian (dari siksa)” (HR. Muslim).

         Tidak duduk di atas kuburan dan tidak menginjaknya.

         Tidak melakukan thawaf sekeliling kuburan dengan niat untuk bertaqarrub (ibadah). Karena thawaf hanya dilakukan di sekeliling Ka’bah.

         Tidak membaca Al-Qur’an di kuburan. Rasulullah bersabda:

لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ, فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ البَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ البَقَرَةِ . (رواه مسلم).

janganlah menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah” (HR. Muslim).

Hadith di atas mengisyaratkan bahwa kuburan bukanlah tempat membaca al-Qur’an. Berbeda halnya dengan rumah. Adapun hadith-hadith tentang membaca al-Qur’an di kuburan adalah tidak sahih.   

         Tidak boleh memohon pertolongan dan bantuan kepada mayit, meskipun dia seorang nabi atau wali, sebab itu termasuk syirik besar.

         Tidak meletakkan karangan bunga atau menaburkannya di atas kuburan mayit. Karena hal itu menyerupai perbuatan orang-orang musyrik, di samping membuang-buang harta dengan tiada guna.

         Dilarang membangun di atas kuburan atau menulis sesuatu dari al-Qur’an di atasnya. Cukup meletakkan sebuah batu setinggi satu jengkal untuk menandai kuburan, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW ketika meletakkan sebuah batu di atas kubur Utsman bin Mazh’un.

 

 

 

Wallahu ‘Alambishawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s