MAKANAN YANG SEIMBANG DALAM ISLAM

Mengenai makanan dan pola makan, Islam tidak hanya membahas tentang makanan dan kandungannya saja juga kesempurnaan, kesehatan makanan, serta cara mengkonsumsinya. Beberapa hal yang berkaitan dengan makanan antara lain:

  • Waktu Shalat

Pengaturan waktu shalat bukan semata-mata untuk ibadah dan pelaksanaan shalat 5 waktu saja, tetapi juga untuk mengatur kehidupan manusia sehari-hari. Firman Allah SWT:

إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَي المُؤْمِنِيْنَ كِتَابًا مَوْقُوْتَا (سورة النساء 103)

Memelihara waktu shalat shubuh misalnya menuntut seseorang untuk bangun pagi dan tidur sesegera mungkin. Perlu diketahui, makan malam yang dilakukan tepat waktu akan sangat membantu untuk tidak tidur langsung setelah makan (minimal, tidur dilakukan 1 jam setelah makan) sebab, terlalu cepat tidur setelah makan akan menyulitkan lambung mencerna makanan, banyak menimbulkan gas, susah buang air besar serta mengakibatkan bau mulut. Sebab, selama waktu tidur menjadi waktu paling aktif bagi usus untuk mencerna makanan. Demikian halnya dengan tindakan tidak tidur langsusng setelah makan. Dimana makan terkadang selesai setelah 1 jam sebelum shalat Ashar tiba, maka Islam sangat menekankan penunaian shalat Ashar tepat pada waktunya. Telah jelas bahwa terdapat hubungan yang erat antara waktu shalat dengan makan.

Sementara Rasulullah SAW telah memerintahkan untuk mengatur waktu makan serta berpegang teguh pada etika makan yang benar:

نَحْنُ قَوْمٌ لَا نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لَا نَشْبَعْ

            “Kami adalah kaum yang tidak makan, kecuali setelah lapar dan bila makan kami tidak sampai kenyang”.

Dalam hal ini, para dokter menyarankan saat cuaca panas untuk mengkonsumsi makanan yang beragam dalam jumlah yang tidak banyak. Artinya mengonsumsi 5 makanan ringan rendah kalori lebih baik daripada mengonsumsi 2 makanan ringan yang mengandung banyak kalori.     

  • Porsi makanan

Islam telah menjelaskan bahwa makan yang benar adalah sebuah proses member kekuatan pada tubuh untuk bisa menggerakkannya sekaligus melindunginya dari segala macam penyakit. Namun, proses tersebut tidak boleh dilakukan secara berlebihan atau dalam porsi yang terlalu sedikit. Karena hal tersebut berpengaruh terhadap lambatnya gerak pembangunan , pertumbuhan, dan perlindungan jaringan tubuh. Begitu pula apabila proses tersebut berlebihan akan mengakibatkan kerusakan pembangunan sel dan berdampak terhadap munculnya tanda penuaan dalam tubuh serta menurunnya system kekebalan. Tanda penuaan tubuh terkadang bisa terjadi tanpa harus melihat factor usia seperti hilangnya kecerdasan permanen, tidak berfungsinya pencernaan dengan baik, dan banyaknya tumpukan gas dalam tubuh.

Sejak beberapa abad yang lalu , Islam telah membuat aturan bagi Umat manusia untuk mengatur langkah jalannya dan mengawasi semua pergerakannya. Dalam hal ini mengonsumsi makanan berlebihan jelas bertentangan dengan ajaran Islam.

وَلَوْ بَسَطَ اللهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ، إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيْرٌ بَصِيْرٌ  (سورة الشورى 27).

Sekiranya Allah melapangkan rezki hamba-hambaNya niscya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Ia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Teliti terhadap keadaan hamba-hambaNya dan Maha Melihat”.

Sementara Rasulullah SAW bersabda:

مَا مَللأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ بِحَسْبِ ابْنُ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثُ لِلطَّعَامِ وَثُلُثُ لِلشُّرَابِ وَثُلُثُ لِلنَّفْسِ (رواه الترميذى و ابن ماجح و مسلم).

“Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Kalau saja, ia harus mengisinya maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernafas”.

Nash-nash di atas merupakan dasar-dasar kaidah kesehatan yang telah dibuat oleh Islam, yang apabila diterapkan secara benar maka akan bisa melindungi seseorang dari berbagai macam penyakit dan tidak akan banyak mendatangi dokter untuk berobat.  

  • Etika Makan

Berikut ini beberapa etika Islam yang harus diperhatikan saat makan dan minum antara lain:

  1. Membaca Basmalah ketika hendak makan dan minum. Dengan membaca Basmalah seorang Muslim akan selalu mengingat bahwa makanan yang disantapnya tidak lain adalah Nikmat dan anugrah dari Allah yang Maha Segalanya.
  2. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
  3. Islam memerintahkan untuk bersikap sederhana dan seimbang dalam mengonsumsi makanan.
  4. Makan dengan menggunakan 3 jari sebagai bentuk dari sikap pertengahan dan seimbang.
  5. Duduk tegak lurus saat makan dan tidak bersandar.
  6. Minum dengan 3 kali tegukan yang dilakukan dengan duduk dan tidak bernafas dalam gelas.
  7. Makan bersama-sama, dengan menjaga perasaan orang lain saat makan dan menghormati budaya serta tradisi makan yang ada di tempat kita makan.
  8. Mendahulukan makan buah-buahan sebelum makan daging. Beberapa penelitian membuktikan bahwa makan buah terlebih dahulu sebelum menyantap makanan pokok dapat memancing lambung untuk segera mengeluarkan getah lambung yang akan sangat membantu proses pencernaan makanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s