KETRAMPILAN HIDUP

Ketika seseorang masuk dunia Gontor, maka ia akan mendapatkan kehidupan yang sangat dinamis. Dinamika tersebut terjadi karena padatnya aktifitas yang tidak hanya berkaitan dengan akademis saja tetapi totalitas kehidupan.

Menurut Gontor, totalitas kehidupan dari akumulasi dan kristalisasi aktifitas-aktifitas itulah yang mendidik. Tidak boleh ada satu pun situasi dan kondisi serta aktifitas yang keluar dari alam pendidikan Gontor. Untuk itu Gontor melandasi pendidikannya dengan visi, misi, jiwa dan falsafah pondok ini. Diantara falsafah pendidikan Gontor itu adalah “apa yang didengar, dikerjakan, dilihat dan dirasakan harus mendidik”. Aktifitas pendidikan di Gontor itu tidak diukur dengan duit, tapi keikhlasan yang aktif. Maka ketika seseorang tidak mau diberi tugas dan maunya hanya belajar pelajaran di kelas berarti dia tidak mau dididik.

Pendidikan totalitas kehidupan dengan filsafat tersebut dimaksudkan untuk pembekalan santri agar memiliki ketrampilan hidup. Apalagi visi dan misi Gontor adalah mencetak kader dan pemimpin ummat. Hidup dan apalagi pemimpin, harus memiliki ketrampilan.

Gontor telah memberi pelatihan-pelatihan ketrampilan hidup melalui kegiatan dan gerakan multidimensi. Kegiatan seperti ini akan berhasil apabila ada hal-hal berikut:

  1. Keikhlasan yang aktif
  2. Kerja keras dan sungguh-sungguh
  3. Otoritas penanggung jawab atau pemimpin
  4. Kekuasaan dan back up dari pemimpin
  5. Ketrampilan baik dalam menejemen kegiatan atau pendelegasian tugas.

Secara umum, ketrampilan yang diajarkan Gontor bukan hanya ketrampilan skill saja, tapi ketrampilan hidup secara totalitas. Ketrampilan-ketrampilan yang harus dimiliki seorang pemimpin itu diantaranya:

  1. Ketrampilan di dalam mentrasfer dan mengaplikasikan nilai-nilai keislaman dan sistem Gontor.
  2. Ketrampilan hidup dan menghidupi, gerak dan menggerakkan, serta berjuang dan memperjuangkan
  3. Ketrampilan menguasai permasalahan. Supaya trampil dibutuhkan konsep atau i’dad baik ma’nawi maupun maaddi. Konsep tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan seperti support dan motivasi.
  4. Ketrampilan dalam pidato atau bicara. Maka harus berlatih dan belajar beretorika dan berlogika.
  5. Ketrampilan menata hati

Untuk memiliki ketrampilan-ketrampilan di atas perlu adanya latihan. Dan pelatihan tersebut harus muncul dari keterpanggilan diri sendiri bukan paksaan orang lain. Jika seseorang itu sudah memiliki ketrampilan, maka dia akan memiliki confident yang tinggi. Tugas utama dari pondok: mengajar, belajar dan membantu pondok adalah melatih dan membuat terampil hidup.

Bagi seorang pemimpin, melatih feeling, emosi dan batin adalah suatu keharusan agar benar-benar memiliki ketrampilan. Karena pemimpin adalah manusia yang mempunyai hati dan perasaan. Demikian juga yang dipimpin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s