Jadikan Buah Lemon Itu Minuman yang Manis!

Orang cerdik akan berusaha merubah kerugian menjadi keuntungan. Sedangkan orang bodoh akan membuat suatu musibah menjadi bertumpuk dan berlipat ganda. Ketika Rasulullah SAW diusir dari Makkah, beliau memutuskan untuk menetap di Madinah dan kemudian berhasil membangunnya menjadi sebuah negara yang sangat akrab di telinga dan sejarah peradaban dunia.

Ahmad bin Hanbal pernah dipenjara dan dihukum dera, tetapi karenanya pula ia kemudian menjadi imam salah satu madhab. Ibnu Taimiyyah pernah dipenjara, tetapi justru dipenjara itulah ia banyak melahirkan karya. Al Sarakshi pernah dikurung di dasar sumur selama bertahun-tahun, tetapi di tempat itulah ia berhasil mengarang banyak buku bahkan berjilid-jilid. Ketika Ibnu Atsir dipecat dari jabatannya, ia berhasil menyelesaikan karya besarnya yang berjudul “Jami’ul Ushul dan al-Nihayah”, salah satu buku paling terkenal dalam hadith. Demikian halnya dengan Ibnu al-Jawzy, ia pernah diasingkan di Bagdad, dan karena itu ia menguasai qira’ah sab’ah. Malik ibn al-Raib adalah penderita suatu penyakit yang mematikan, namun ia mampu melahirkan syair-syair yang sangat indah dan tak kalah dengan karya-karya para penyair besar zaman Abbasiyah. Lalu, ketika semua anak Abi Dzuaib al-Hudzali mati meninggalkannya seorang diri, ia justru mampu membekam mulut zaman, membuat setiap pendengarnya tersihir, memaksa sejarah untuk selalu bertepuk tangan saat mendengarnya kembali.

Begiulah, ketika tertimpa masalah dan musibah, kita harus melihat sisi yang paling terang darinya. Ketika seseorang memberi kita segelas air lemon, kita perlu menambah sesendok gula di dalamnya. Ketika mendapat hadiah seekor ular dari orang, ambil saja kulitnya yang mahal dan tinggalkan bagian tubuhnya yang lain. Ketika disengat kalajengking, ketahuilah bahwa sengatan itu sebenarnya memberikan kekebalan pada tubuh kita dari bahaya sengatan ular.

Kendalikan diri kita dalam berbagai kesulitan yang kita hadapi! Dengan begitu, kita akan dapat mempersembahkan bunga mawar dan melati yang harum pada diri sendiri dan sekitar kita.

 “ boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu (al-Baqarah 216)”

Sebelum terjadi revolusi besar di Perancis, konon negara itu pernah memenjara 2 sastrawan terkenalnya. Salah seorang dari keduanya sangat optimis dan seorang lagi sangat pesimis bahwa revolusi dan perubahan akan segera terjadi. Detiap hari kedua-duanya sama-sama melongokkan kepala melalui sela-sela jeruji penjara. Hanya saja seorang sastrawan yang optimis selalu memandang keatas dan melihat bintang-bintang yang gemerlap di langit. Dan karena itu ia selalu tersenyum cerah. Sedangkan sastrawan pesimis ia selalu melihat ke arah bawah dan hanya melihat tanah hitam di depan penjara, dan kemudian menangis sedih.

Begitulah sebaiknya kita selalu melihat sisi lain dari kesedihan itu. Sebab, belum semuanya menyedihkan, pasti ada kebaikan, secercah harapan, jalan keluar serta pahala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s