Esensi Sholat Malam

Dari Aisyah r.a katanya; “Nabi sollallahu ‘alaihi wasallam itu berdiri untuk bersholat malam, sehingga pecah-pecah kedua tapak kakinya. Saya berkata kepadanya;” Mengapa Tuan mengerjakan sedemikian ini, ya Rasulullah, padahal sudah diampunkan untuk Tuan dosa-dosa Tuan yang dahulu dan yang kemudian?” Beliau sollallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda, “Tidakkah saya ini wajar menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur.” (Muttafaqun ‘alaih)

 

Dari ungkapan hadith diatas, dapat kita pahami esensi dari pelaksanaan Qiyamu al-Lail adalah sebagai rasa syukur kita terhadap nikmat dan hidayah Allah SWT. Namun lebih dari itu, shalat malam atau tahajjud adalah wasiat yang pertama kali Rasulullah SAW sampaikan kepada penduduk Madinah ketika beliau memasukinya.

Bagaimana mudah untuk bangun sholat malam???

1. Janganlah anda mengisi perut terlalu banyak pada malam hari, karena hal ini mengakibatkan susah untuk bangun.

2.   Jangan meninggalkan tidur di siang hari, jadi tidurlah walaupun sebentar.

3. Mengetahui dan memahami benar-benar keutamaan sholat malam, sehingga akan memberikan anda kesemangatan untuk melaksanakannya

4.  Meningkatkan rasa cinta kepada Allah.

Kedahsyatan Sholat Malam

  • Merupakan shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu. Seperti yang diriwayatkan dalam hadith sahih: Rasulullah sallahualaihi wasallam bersabda “Sholat yang paling afdhal setelah sholat wajib adalah qiyamullail (tahajjud).” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
  • Kedudukannya lebih baik dari dunia dan seisinya. Seperti diriwayatkan dalam hadith “Dua raka’at yang dilakukan oleh seorang hamba di tengah malam itu adalah lebih baik baginya daripada dunia ini serta seluruh isinya.”(HR Adam bin Abu Iyas).
  • Meningkatkan derajat di sisi Allah SWT.
  • Waktu mustajab untuk berdoa, karena Allah turun ke langit bumi pada sepertiga malam. Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tuhan kita Yang Maha Suci lagi Maha Luhur setiap malam turun ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga terakhir. Dia berfirman, “ Barang siapa berdoa kepada-Ku, Aku akan kabulkan permohonannya. Dan barang siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampuninya.” (HR. Muslim).
  • Merupakan perilaku orang yang shalih, “Orang-orang yang bertaqwa itu sedikit sekali tidurnya di waktu malam. Di waktu menjelang fajar pagi, mereka itu berdoa memohonkan pengampunan dan dari sebahagian hartanya dijadikan hak yang diberikan pada yang meminta dan yang kekurangan.” [Surah Az-Dzaariyaat: 17-19]
  • Akan mendapatkan kemudahan di hari penghisaban.  
    Kapan afdhalnya pelaksanaan shalat malam?

Melaksanakan shalat malam dimulai sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh (sepanjang malam). Meskipun demikian ada waktu-waktu yang paling utama yaitu:

  • Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
  • Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
  • Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Berapa jumlah raka’at pelaksanaan shalat malam?

Jumlah raka’at dalam shalat malam tidak dibatasi, tetapi batas minimalnya adalah 2 raka’at. Adapun pelaksanaan shalat malam menurut Rasulullah Saw adalah 13 raka’at yaitu sebagai berikut: a. 2 raka’at shalat iftitah, b. 8 raka’at shalat malam, c. 3 raka’at shalat witir.

Hal penting yang perlu kita ketahui, tidur terlebih dahulu sebelum shalat malam adalah anjuran, bukan keharusan, karena waktu utamanya adalah 1/3 terakhir malam agar kita tidak mengantuk dan kepayahan. Namun, semampu kita, tidur ataupun tidak tidur terlebih dahulu.

Wallahua’lam Bishowabb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s