Guru Teladan Mengajar dan Mendidik

Menjadi guru bukanlah sesuatu yang mudah! Boleh jadi sebagian orang beranggapan bahwa tugas guru yang utama terkait kegiatan pembelajaran, mentransfer ilmu kepada siswa dengan target tercapainya materi pelajaran yang tertuang dalam kurikulum, serta administrasi sekolah. Namun diantara tugas guru tersebut ada yang lebih penting yaitu membina dan mendidik karakter jiwa serta mental daripada anak didik. Daripada sistem pembinaan ini maka sudah sepatutnya guru yang pertama kali menjadi obyek pembinaan diri karena guru menjadi panutan bagi anak didik. Panutan secara moral dan intelektual, itulah harapan dan sorotan masyarakat terhadap seorang guru.

Ketika seseorang itu mau membina dan mendidik orang lain berarti dia mendidik dirinya sendiri, ketika guru mengajar muridnya berarti ia mengajar dirinya. Kalimat yang sangat populer pada dunia pendidikan “ Al-Mudarrisu yu’allimu littalaamiidzihi wa linafsihi المدرّس يعلّم للتلاميذه و لنفسه.Sepintas pesan ini tak bermakna begitu luas namun, jika pesan ini dikaji secara mendalam akan terkuak keajaiban luar biasa.

Beragam cara harus diupayakan guru untuk mendidik dan membina murid diantaranya: pertama, Asas yang paling penting dalam pembinaan adalah keteladanan guru baik secara moralitas maupun produktifitas. Maka disinilah letak kualitas kedudukan guru yang tidak hanya sekedar transformasi informasi (pelajaran) tapi juga transformasi nilai (moral). Kedua, seorang guru harus memiliki ruh (jiwa) dan rasa keterpanggilan dalam hal mengajar dan mendidik. Guru yang memiliki ruh dalam mengajar dan mendidik maka akan menjalankan tugas atas dasar keterpanggilan dan amanat, dibarengi dengan kesungguhan, kerja keras dan tanggung jawab. Ketiga, wajib hukumnya guru berproduksi, berperan, berpengaruh dan irisiblle ( gerakan berkembang terus) dalam segala hal baik secara akademis maupun non akademis (moralitas). Serta memiliki inisiatif yang tinggi dalam meningkatkan proses pembelajaran dan pembinaan anak didik sehingga ia mampu menyelesaikan segala permasalahan program pendidikan. Keempat, proses pengajaran dan pembinaan harus dibarengi dengan gerakan disiplin baik faktor gerakan disiplin dari guru maupun dari anak didik. Karena disiplin merupakan proses pembelajaran kedewasaan dan kesadaran beraktifitas. Kelima, seorang guru selalu berupaya memberi semangat dan dorongan serta menumbuhkan jiwa besar yang penuh dengan keoptimisan sehingga menumbuhkan self support terhadap anak didik. Terakhir, untuk keberhasilan pelaksanaan pengajaran dan pembinaan tidak cukup hanya penerangan teori-teori dan sistem pembinaan diatas, tapi dibutuhkan juga pengawalan guru terhadap program serta mengevaluasi hasil pembelajaranguna perbaikan dan peningkatan diri.

Jadi, betapa berat tugas dan tanggung jawab guru karena implementasi prestasi anak didik di bawah kendali dan kualitas guru. Ia harus bergerak dengan mengajar dan membina sungguh-sungguh, menguasai metode dan materi dengan baik, serta mengawal muridnya. Sedemikian besar jasa seorang guru maka hendaklah ia tak hanya terjebak model pembelajaran konvesional saja tapi seorang guru tetap harus memiliki sikap integritas serta kreatif dan inovatif. Dan peningkatan mutu pendidikan nasional di negara kita ini dimulai dari peningkatan peran guru sebagai teladan dan sumber pembelajaran, sehingga guru zaman modern ini diharapkan mampu mencetak generasi peserta didik yang berkualitas dalam keilmuan, moral dan tanggung jawab serta mampu menjadi manusia yang proposional.

”That’s Must Be a Great Teacher!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s