KEAJAIBAN SHALAT DHUHA

Shalat Dhuha menyimpan misteri yang tidak semua orang tahu. Saatnya kita mengungkap dan memanfaatkannya. Bukankah Allah telah menyediakan kesempatan bagi umatnya. Allah membuka lebar-lebar bagi hamba-Nya demi meraih kesejahteraan hidup.

Kisah pertama, seseorang yang pernah memberikan kesaksian bahwa dirinya pernah merasakan hal yang luar biasa dari shalat dhuha yang dikerjakan. Awalnya ia sebagai mandor dari sebuah penerbitan. Karena krisis moneter, ia di rumahkan. Pesangonnya tak cukup banyak. Satu-sanya harta yang masih tersisa hanyalah rumah. Harga kebutuhan pokok semakin meroket, pesangonnya habis untuk makan. Ia mencari pekerjaan kemana-mana namun gagal. Pikirannya semakin kalut, jalan hidupnya menjadi buntu. Untunglah ia masih memiliki iman sehingga menyandarkan nasibnya kepada Allah. Di saat seperti itu, ia menemukan lembaran khutbah Jum’at. Secara iseng dia membacanya, ternyata materinya tentang keajaiban shalat dhuha dalam meraih rezki. Hatinya tergugah, maka ia segera mengambil air wudhu dan menunaikan shalat dhuha. Ia menghadapkan jiwa dan raganya kepada Allah SWT dan mengadukan nasibnya. Di saat seperti itu dirinya seakan lebur sehingga sangat merasa hina di hadapan Tuhannya. Selesai menghadap Tuhannya ia menutup shalat dhuha dengan ucapan salam dan menyempatkan diri untuk berdoa, dalam doanya ia memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa dan kekhilafannya selama ini dan ia mencurahkan semua yang membebani dirinya serta ia memohon agar Allah kiranya berkenan memberi jalan keluar dari kesulitannya selama ini.

  Setelah itu ia beranjak pergi keluar rumah dengan maksud mencari nafkah. Namun hari itu ia tidak memiliki tujuan pasti, di perjalanan ia teringat bahwa silaturrahmi dapat menambah rezki. Langkahnya diubah, ia mendatangi beberapa temannya, siapa tahu dari mereka mendapatkan informasi mengenai pekerjaan. Satu-dua hari keadaannya tidak berubah, namun hal tersebut tidak membuatnya lantas putus asa. Ia selalu yakin kepada Allah dan selalu melaksanakan shalat dhuha di setiap paginya. Ikhtiarnya tersebut terus berjalan hingga setengah bulan. Suatu ketika, setelah shalat dhuha ia tidak langsung pergi keluar rumah, melainkan membaringkan tubuhnya dan membiarkan pikirannya menerawang, siapa tahu mendapatkan gagasan baru. Lalu tiba-tiba telfon rumahnya berdering, tanpa disangka teman lamanya menghubungi dengan niat untuk menjual mesin cetaknya karena usahanya bangkrut. Lantas ia tertawa karena keadaan dirinya sendiri dalam kondisi sulit setelah di PHK, uang darimana untuk membeli mesin tersebut.

Selang sehari setelah itu, seorang sahabatnya yang lain datang ke rumah dan membawa kabar baik. Ia baru saja mendapatkan uang warisan, namun tidak tahu harus diapakan uang tersebut. Akhirnya sahabatnya tersebut menawarkan uangnya sebagai modal untuk bekerja dengan sistem bagi hasil. Meskipun begitu, ia tidak serta merta menerima tawarannya, ia meminta waktu pada sahabatnya untuk berpikir. Dalam waktu dua hari, akhirnya ia menemukan jalan keluar. Ia harus menerima tawaran temannya untuk membeli mesin cetak dan kertas. Rupanya Allah membuka jalan baginya dengan ide-ide yang mengalir begitu saja. Setiap hari ketika matahari sepenggala, ia selalu berdiri bermunajat kepada Tuhannya. Melalui shalatnya ia seolah-olah bertanya “wahai Allah, usaha apakah yang bisa mendapatkan rezki yang barokah?” Tuhan Maha Mendengar, hatinya di dorong oleh Tuhan untuk menghubungi teman-teman lamanya para agen buku. Berkat keajaiban shalat dhuha, jalan yang di tempuh begitu mudah. Sepertinya kunci rezki telah berada di tangannya.tak disangka-sangka ia bertemu dengan seseorang, dari pertemuannya orang tersebut adalah penulis terkenal. Yang menggembirakan penulis tersebut menawarkan naskah untuk diterbitkan. Ia mulai mencetak buku dan di jual melalui agen-agen. Semenjak saat itulah ia menjadi pengusaha yang berhasil yang memulai kariernya dari nol. Sekarang, penerbitannya telah menjadi raksasa dan memiliki anak cabang di seluruh Indonesia. Luar Biasa!!

Kisah yang kedua, merupakan kisah seorang lelaki yang tidak tamat SD, bahkan hanya sampai kelas 3 SD. Ia pergi ke kota untuk mengadu nasib sebagai tukang pipa air. Keahliannya sebagai tukang pipa air didapatkan dari kakak iparnya. Di kota besar ia berkeliling naik sepeda angin untuk menawarkan jasa dari rumah ke rumah. Hal ini berlangsung selama 2 tahun. Suatu hari, ketika waktu dhuhur ia berhenti di suatu masjid untuk shalat, kebetulan di sana ada pengajian singkat dan ia mengikutinya. Ceramah yang disampaikan tentang kemuliaan shalat dhuha, semenjak itu ia tidak pernah meninggalkan shalat dhuha. Waktu demi waktu pekerjaan jasa sebagai tukang pipa air dan sumur bor menjadi ramai. Ia memiliki beberapa anak buah, semakin lama semakin dirasakan banyak kemajuan. Meskipun tenggelam dalam kesibukan ibukota, namun ia tidak pernah meninggalkan shalat dhuha.

Suatu ketika ia mendapat penawaran dari seorang kontraktor untuk membuat 5000 sumur bor Subhanallah!!! Namun, itu menjadi awal masalah baginya karena ia tidak memiliki modal, namun ia tidak putus asa selalu memohon kepada Allah akan jalan keluar permasalahannya tersebut dengan sabar. Ternyata sekali lagi Allah Maha Segalanya, ia mendapat jalan lapang. Kontraktor tersebut berkenan memberi uang muka 50% dari biaya, baginya uang muka tersebut sudah cukup untuk membuat 5000 sumur bor. Proyek selesai dan ia mendapat keuntungan besar, semenjak itu ia tak lagi berkeliling menawarkan jasanya dengan sepeda angin karena ia pun telah mampu membeli rumah dan mobil serta pekerjaannya diserahkan kepada anak buahnya. Dalam kurun waktu dua tahun ia menjadi milyarder. Proyek besar selalu dimenangkannya, hingga suatu ketika sebuah perusahaan rokok terkenal memberi proyek pengeboran air tanah yang sebelumnya sudah ada 10 kontraktor lain yang mencoba sumber air namun selalu gagal. Mulanya ia ragu menerima tawaran tersebut, namun ia selalu menyerahkan urusannya kepada Allah SWT.

Sebelum memulai pekerjaan ia meminta semua anak buahnya untuk shalat dhuha. Hasilnya, luar biasa. Setelah pengeboran berlangsung 1 minggu, air tanah yang berkualitas didapatkannya. Pemilik perusahaan rokok merasa puas. Tahukah anda, berapakah ia mendapatkan pembayaran dari pekerjaan tersebut?? 2 lubang sumur bor berikut jaringannya, ia menerima 2 milyar. Pekerjaan tersebut hanya butuh waktu 2 bulan saja….SUBHANALLAH

Dari kisah-kisah ini dapat kita tarik benang merah bahwa rezki tidak sekonyong-konyong turun dari langit, harta tidak serta merta datang ke hadapan kita. Semua harus dijemput dengan bekerja dan berdoa. Lalu mengapa dengan harus shalat dhuha ?????? ya jawabannya tidak hanya terpaku pada teori saja, hal ini perlu dipraktekkan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan.

Dengan mengerjakan shalat dhuha dan keyakinan yang mantap serta harapan yang tinggi kepada Allah SWT, daya kemauan akan melahirkan sesuatu yang hebat. Sesuatu yang luar biasa pada diri kita. Kemauan yang terbangkitkan inilah energi dari shalat dhuha, ia akan menjadi getaran jiwa halus dan merupakan gejolak emosi positif. Energi shalat dhuha menjadikan kita dapat mengendalikan dan menguasai diri dari sikap negatif. Energi dari shalat dhuha mampu mendorong seseorang untuk bertaqwa. Namun, perlu diingat ‘tekun mengerjakan shalat dhuha saja tanpa diiringi dengan kemauan bekerja, jelas tidak mungkin Allah akan membuka pintu rezki-Nya’ karena termaktub dalam al-Qur’an seruan agar kita tidak menjadi manusia yang pasif, tetapi harus dinamis dalam menempuh kehidupan.

salah seorang dari wanita itu berkata, wahai ayahku ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”. (QS. Al-Qashash 26)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s